Aku sudah berada dititik lelah..
Aku lelah jika harus berpura-pura tidak menunggumu..
Aku lelah berpura-pura tidak peduli padamu..
Aku lelah jika harus pura-pura mengabaikanmu..
karena sesungguhnya...
Aku membutuhkanmu..
Aku merindukanmu..
Aku menunggumu..
Dan aku selalu mencarimu...
Kabarmu adalah obat rinduku, satu kalimat yang kamu kirimkan adalah obat untukku. Mungkin berbeda dengan kebanyakan yang selalu memberikan kabar, tapi denganmu aku belajar hal baru, menunggu dan menerima kabarmu membuatku senang bahkan aku mampu tersenyum hanya dengan membaca beberapa kalimat darimu..Yaa, aku serindu itu sebenarnya. Apakah kamu merasakannya? Kamu paham tidak seberapa rindu aku padamu? Hingga kadang orang melihatku selalu bertanya "gak capek nunggu terus?" "emang dia masih peduli?" "kok bisa sih bertahan dengan keadaan kayak gini?" jawabanku akan selalu sama "Ya karena aku percaya padanya dan memegang komitmenku untuk menunggunya sampai hari itu tiba." jawaban yang sama selalu aku ucapkan. Kepercayaanku padamu sangat besar, kesabaranku jangan kau ragukan lagi..
Tapi itu semua sudah bukan hal yang bisa aku banggakan lagi jika aku melihatmu... Sekarang rasanya kabarmu adalah cerita indah atau impian yang aku pendam dalam-dalam. Karenaa, aku tahu, aku sudah tak berhak lagi tahu akan kabarmu...cerita indah tentang bagaimana awal bertemu, proses perkenalan, bahkan sampai impian mendatang sudah kita ceritakan semua, indah yaa saat itu, iyaa sangat indah sekalii tetapiii entahlaahhh tak ada rasa apapun dalam benakmu.. rasa bersalahpun rasanya tak ada yaa, semua tampak baik2 saja untukmu. Hidupmu tak berubah bahkan memang tak ada perubahan apapun, berbeda sekali dengan apa yang aku rasakan..
Hidupku berantakaann, dunia ku sehancur itu, kepercayaan diriku pun hilangg itu semua karena KAMU. dampak yang kamu berikan amat sangat besar untukku.. tapi itu tak sebaliknyaa... DUNIA MU TIDAK HANCUR, BAHKAN SEMUA TERLIHAT BAIK-BAIK SAJA... iyaa dunia dan hidupmu TAMPAK BAIK-BAIK SAJA. tak berubah sedikit apapun namun meningkat pesat, meninggalkan ku jatuh dibawah.
Kamu bahagia, kamu tetap berada dititik terhebatmu, sedangkan aku..aku terlalu jatuh tersungkur hingga tenggelam entah didalam parung laut yang mana. Seakan dataran bahkan cahaya matahari tak dapat ku lihat. Aku bingung kenapa aku begitu terpuruk, padahal aku sudah mengsugesti diriku untuk tidak terlalu jauh dan berekspetasi padamu tapi pikiran, mulut dan hati mereka tidak bekerjasama dalam hal ini.
Terima kasih untuk semua berita terbaru mu tanpa kau sengaja selalu lewat diberanda sosmed ku, aku tidak akan mengabaikan, aku mencoba berteman dengan semua hal yang berhubungan denganmu. Tapi aku membenci saat ada seseorang yang masih mengaitkanmu denganku..
Mari berbahagia dengan jalan masing-masing.
kabarmu dan kabarku tak lagi menjadi hal prioritas untuk kita ketahui, semesta akan membantu ku menenggelamkan kabarmu.
berbahagiaalaahh... Kabarmu tak lagi ku tungguu.
- THE END-


