Enam bulan sudah aku mengenalmu...
indah yaaa perjalanan dari awal ketemu sampai saat ini aku bisa tahu kamu bukan hanya di depan layar tapi dibalik layar bahkan kamu memperkenalkanku pada duniamu yang baru untukku. gak percaya sih kamu yang hadirnya gak pernah aku rencanakan tapi Allah memberikan kesempatan untukku mengenalmu.
Berawal dari insomniaku, berselancar di sosial media akan membantuku mendatangkan rasa kantukku. Beberapa menit melihat beranda, tanpa sengaja aku melihatmu sedang melakukan siaran langsung dan disana kamu menerima beberapa permintaan untuk menyanyikan lagu yang dipilih oleh para pengikutimu. Aku pun yang awalnya melihat diluar saja, memutuskan untuk masuk dan menikmati suara serta lagu yang kamu nyanyikan. Suara...aku sangat mudah menyukai seseorang lewat suara. Mendengarmu menyanyi bahkan menghayati tiap bait lagu yang kamu nyanyikan dengan gaya khasmu membuatku terpikat dengan suaramu.
Cukup lama aku mengamatimu, bukan hanya dari bagaimana kamu menyikapi candaan, request lagu yang mereka minta, dan pilihan lagu yang menurutku menyesuaikan dengan mood kamu saat itu. Terdengar sederhana tapi hal-hal kecil itu menjadi perhatianku.. mengamati tiap gerakmu, pilihan lagu-lagu yang memiliki nuansa yang berbeda setiap harinya, banyak hal yang membuatku kagum denganmu dari sudut pandangku tentunya.
Gimana sih rasanya, disayangi, dicintai dengan begitu indahnyaaa tanpa kita harus memaksa untuk diakui.. Tidak bermaksud dan tidak berniat untuk merahasiakan hubungan ini, namun juga tidak mengumbar apa yang sedang dirasakan. Gimana yaa, tetap merasa memiliki raanah priivasi untuk kami. Biarkan mereka berpikir apapun, asal kami yang tahu bagaimana proses kami dari awal dan sampai pada titik nanti seperti apaaa... Indah tahu menjalani hari-hari kami..
Setiap hari selalu saja ada cerita yang kami bagikan, senang deh mendengar bagaimana dia bercerita tentang hari-harinyaa. Berbagi ceritaa, rasa tak jarang celotehan retjeh kami keluarkan..sekedar tertawa pun membahagiakan pada saat itu..
Lucu yaaaa,,tapi tidak selucu itu
-to be continued-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar