Dibawah langit yang biru, diatas
pasir yang putih diantara karang-karang yang tinggi ia hadir membawa suasana
baru, suara khas saat ia menyapa karang. Ombak yang datang bergantian membawa
warna baru diatas permukaan air yang tenang, ia datang dengan membawa harapan
disetiap gulungannya. Harapan untuk semua orang yang menunggunya. Pernah terpikir
olehku apakah ombak akan tetap seperti ini tenang namun dapat memberikan
pengalaman yang tak terlupakan saat berada bersamanya diatas air. Perlahan tanpa
ku sadari angin berbisik padaku “nikmatilah ombak yang kau lihat sekarang,
karena belum tentu kau selalu dapat melihat dan merasakannya seperti sekarang”.
Perlahan aku teringat akan seseorang yang berada jauh dari hidupku, seseorang
yang dulu pernah ada dihidupku, seseorang yang memberikanku pengalaman yang
baru tentang hidup.
Saat itu usiaku genap 20 tahun,
dimana aku merasakan yang namanya cinta yang sebenarnya. Aku bertemu dengannya
dan menjadi bagian dari hidupnya. Dia adalah Bian. Bian yang selalu memberiku
warna yang baru setiap harinya, ia memberikanku pengalaman tentang kehidupan
yang selama ini tak pernah ku tahu dan Bian adalah orang selalu mengajakku
bermain dipantai menikmati pemandangan laut dan langit yang menjadi satu saat
aku menatapnya.
Pernah Bian berkata padaku “Hay,
lihatlah kelaut. Apa yang kau lihat dilaut?” aku pun menjawab “Aku hanya melihat
air yang biru dan aq mendapat ketenangan”. “Rani, coba penjamkan matamu dan
rasakan suara deburan ombak yang datang” kata Bian. Aku pun mencoba
merasakannya, dan benar aku merasakan suara ombak yang menyapa karang besar dan
dia menyapu pasir lalu membawanya ketengah laut. Bian pun berkata “Aku ingin
menjadi ombak didalam hidupmu.” “Kenapa kau harus menjadi ombak, bukankah ombak
terkadang membawa musibah?. “Tidak semua ombak membawa kekacauan, ombak juga
dapat membawa suasana baru dan memberikan kesenangan bagi penikmatnya”
perkataan Bian ini membuatku berpikir bahwa ombak tak selamanya jahat.
"kenapa kau memilih menjadi ombak? kenapa tidak langit yang selalu memberiku keteduhan?"
"untuk apa aku menjadi langit jika aku hanya memberikan keteduhan? bukankah dimana ada ombak disitu langit akan memberikan pesonanya yang menawan?" jawab Bian dengan memejamkan mata
"benar, tetapi aku aku lebih menyukai melihat langit dan lautan."
"suatu hari nanti jika kau merindukanku datanglah kemari dan pejamkan matamu lalu rasakan suara ombak dan rasakan langit yang memberimu keteduhan karena saat itu aku merasakan hal yang sama." jawab Bian dengan memelukku erat
aku tak dapat membalas perkataannya hanya sebuah pelukan hangat yang membalas ucapannya.
Aku dan Bian pun sering menghabiskan waktu bersama disana, walau hanya melihat laut dan langit karena terkadang ombak tak datang. Terkadang pun saat kami datang, kami mendapat sambutan hangat dari matahari yang akan beranjak berganti tugas dengan bulan dan sapaan penuh semangat dari ombak. Entah kenapa saat aku dan Bian bersama aku selalu merasa ombak selalu menyapa kami dengan indahnya berbeda saat aku bersama keluargaku. Sempat terlintas apakah ombak ini akan menjadi Bian yang selalu memberikan keindahaan dan senyumannya yang khas padaku setiap aku melihatnya.
Benar adanya suatu hari Bian pergi untuk mengejar mimpinya, aku pun kehilangannya. Aku pun lebih sering menghabiskan waktu sendiri dan memandangi lautan yang biru. Saat itu langit dan lautan tampak indah aku pun mengingat ucapan Bian untuk merasakan dirinya yang datang bersama ombak dan langit yang teduh. Benar adanya aku benar-benar merasakan Bian ada disampingku dan memelukku dengan hangat sama seperti saat ia memelukku dulu. Tak kusadari air pun menetes disudut mataku membuatku semakin merindukannya.
Satu pesan Bian yang selaluku ingat sampai saat ini "Dimana ada laut pasti ada langit yang menemani keindahannya. Seakan langit dan laut adalah satu kesatuan dan ombak adalah warna baru ditengahnya." Bian entah apa yang ada dipikiranku saat ini, namun yang pasti kau tlah berhasil menjadi ombak dalam hidupku dan ombak yang selalu muncul dengan sejuta keindahan suara sapaannya ku beri ia nama Ombak Bian
"kenapa kau memilih menjadi ombak? kenapa tidak langit yang selalu memberiku keteduhan?"
"untuk apa aku menjadi langit jika aku hanya memberikan keteduhan? bukankah dimana ada ombak disitu langit akan memberikan pesonanya yang menawan?" jawab Bian dengan memejamkan mata
"benar, tetapi aku aku lebih menyukai melihat langit dan lautan."
"suatu hari nanti jika kau merindukanku datanglah kemari dan pejamkan matamu lalu rasakan suara ombak dan rasakan langit yang memberimu keteduhan karena saat itu aku merasakan hal yang sama." jawab Bian dengan memelukku erat
aku tak dapat membalas perkataannya hanya sebuah pelukan hangat yang membalas ucapannya.
Aku dan Bian pun sering menghabiskan waktu bersama disana, walau hanya melihat laut dan langit karena terkadang ombak tak datang. Terkadang pun saat kami datang, kami mendapat sambutan hangat dari matahari yang akan beranjak berganti tugas dengan bulan dan sapaan penuh semangat dari ombak. Entah kenapa saat aku dan Bian bersama aku selalu merasa ombak selalu menyapa kami dengan indahnya berbeda saat aku bersama keluargaku. Sempat terlintas apakah ombak ini akan menjadi Bian yang selalu memberikan keindahaan dan senyumannya yang khas padaku setiap aku melihatnya.
Benar adanya suatu hari Bian pergi untuk mengejar mimpinya, aku pun kehilangannya. Aku pun lebih sering menghabiskan waktu sendiri dan memandangi lautan yang biru. Saat itu langit dan lautan tampak indah aku pun mengingat ucapan Bian untuk merasakan dirinya yang datang bersama ombak dan langit yang teduh. Benar adanya aku benar-benar merasakan Bian ada disampingku dan memelukku dengan hangat sama seperti saat ia memelukku dulu. Tak kusadari air pun menetes disudut mataku membuatku semakin merindukannya.
Satu pesan Bian yang selaluku ingat sampai saat ini "Dimana ada laut pasti ada langit yang menemani keindahannya. Seakan langit dan laut adalah satu kesatuan dan ombak adalah warna baru ditengahnya." Bian entah apa yang ada dipikiranku saat ini, namun yang pasti kau tlah berhasil menjadi ombak dalam hidupku dan ombak yang selalu muncul dengan sejuta keindahan suara sapaannya ku beri ia nama Ombak Bian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar