Sabtu, 22 Juni 2024

Argo Bromo Anggrek di Bulan Juni


Setelah penantian panjangku, aku kembali mendengar notif yang sudah lama ku rindukan berhari-hari lamanya. Sebuah kalimat yang tak pernah aku bayangkan aku baca hari itu "hati-hati dijalan dek" kalimat yang hari itu mampu membuatku terharu, tembok yang baru aku bangun pun runtuh hari itu, runtuh secara cepat tanpa perlahan. Kalian tidak salah, aku memang membangun tembok itu untuk membuatku mampu bertahan dengan segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, karena apapun yang tidak mungkin akan bisa saja menjadi mungkin karena itu kamu yang aku hadapi. 

Indah hari itu, menambah kenyamanan perjalananku menuju Jakarta. Tempat yang aku tuju ketika libur semester tiba. Aku selalu suka momen libur ini, karena aku kembali dan mungkin kita bisa bertemu walaupun kecil kemungkinan, setidaknya kita tidak terpisah jarak hanya perlu campur tangan Tuhan mempertemukan kita di kemungkinan kemungkinan kecil itu. Sepanjang perjalanan melewati setiap stasiun aku selalu tersenyum, iyaaa karena jarak kita semakin dekat dan lagi kamu menemaniku. Pertanyaan yang tidak pernah kamu tanyakan pada hari itu kamu bertanya "sudah makan dek" "sudah sampai mana dek" "kamu lewat jalur mana dek" tapi sinyal tidak memihak yaaa.. ada saja kendala sinyal sangat susah.. sampai akhirnya kamu meminta ku untuk melakukan share live location ku selama aku diperjalanan. Alasanmu sangat lucu "aku mau tahu kamu lewat jalur mana dan kamu sudah sampai mana", tau gak kamu apa yang aku rasakan saat itu? dinosaurus menari2 di perutku, rasanya ingin menari2 cuman kan aku diatas kereta jd ya gak mungkin dong... hihihi

Ku kira hanya sebentar kamu mencari, ternyata aku salah. Kamu pun memastikan aku sudah makan, nyaman atau tidak selama perjalanan, bahkan kamu menanyakan hal-hal konyol. Itu membuatku semakin rindu dan berharap bisa bertemu sama kamu... Kamu pun  mengirimkan foto dirimu yang sedang berada di ruang meeting itu, kamu pun bercerita tentang bagaimana dirimu saat itu sedang ditengah-tengah rapat yang membosankan katamu. Sampai-sampai kamu mengirimkan voice note suasana meetingmu dengan alasan "dek dengerin biar gak jenuh di perjalanan" aku yaang membacanya mampu tersenyum "ada-ada aja kamu mas kelakuanmu, fokus dong meetingnya" tak selang lama dia pun membalasnya "bosen dek, kamu join meeting sini ada link onlinenyaa" "heh, bercanda kamu.. mana bisa aku join" "bisa dek, coba aja. Nanti bilang aja dapet linknya dari sosmed".. selucu itu diaa jika kami sudah berkomunikasi dengan sangat intens..

Cukup terjeda obrolan kami, dia muncul lagi saat aku sudah melewat perbatasan provinsi dan memasuki wilayah Jakarta. Dia menelponku, menanyakan bagaimana keadaanku dan sudah makan apa belum, dan terlucu adalah "dek, sudah ngumpulin rindu belum?" aku cukup dibuatnya tersenyum dibalik masker yang ku gunakan.. Dengan jantung yang tak karuan, pikiran yang terbang, dinosaurus yang berdansa diperutku aku membalas pertanyaan itu "rinduku sudah siap dipecahkan dari celengannya, kapan kamu akan datang?" aku mengetiknya dengan berharap balasan yang bersambut... Tapi...

Jawaban itu dan harapan itu tak pernah datang...

Dia tak pernah menjawab lagi pesanku, aku tetap dengan pikiran positif dia sedang fokus pada meetingnya. Mungkin nanti pulang kerja dia baru akan membalas pesanku. sampai jam pulang kerja pun tak ada notif lagi darinya. Aku berusaha membuka topik baru lagi "mas, sudah selesai meetingnya? aku sudah masuk daerah Jakarta" tetap tak ada balasan apapun. Sampai waktu ku tiba tak ada balasan apapun darinya "Mas, aku sudah sampai di Gambir ya" aku memberikannya pesan dan mengabarinya aku sudah di perjalanan menuju rumah tepat pukul sembilan malam aku sudah berada di Kota yang sama dengannya aku pun memberinya kabar dan lagi tak pernah berharap balasan seperti biasanya..

Sepertinya kita sudah berada di fase awal lagi, kembali asing tanpa kabar dan suara lagi. 

Dia pergi lagi untuk sekian kalinya, tapi aku tetap berpikir kalau dia sangat sibuk dan bergelut dengan kesibukkannya. Aku menunggunyaa. Esok hari aku buru-buru membuka ponselku, berharap ada notif dari nya, ataupun media sosialnya tapi tak ada kabar apapun. Pikiranku memintaku menunggu beberapa waktu, seperti pada mode awal, ku menunggu dan tetap menunggu di tempat yang sama untuk menunggunya kembali.

Singkatnya, aku bersiap kembali pulang karena masa liburan semester telah usai dan sampai waktu itupun aku tak tahu kabarnya maupun bagaimana dia. Tepat tiga bulan aku di Jakarta dan dia juga tak ada kabar, pertemuan yang ku pikirkan sirna benar-benar pergi begituu sajaaa...
aku kecewaaaa,aku marah tapi lagi-lagi aku tetap menunggunya..

Enam bulan sudah dia tak ada kabar, ada notif muncul dari sebuah postingan di akun media sosialnya. Dari situ aku tahu dia baik-baik saja, dia terlihat sangat nyaman dan menikmati harinya dengan baik-baik saja. Jadinya aku merasa sia-sia mengkhawatirkannya, bergulat dengan isi pikiranku tentang dia tanpa aku, ternyata itu semuaa seperti partikel debu, tak berarti apa-apa. 
kepergiannya tak menunjukkan penyesalan ataupun masalah yang menganggu pikirannya..

Ternyata selama ini hanya aku yang khawatir, hanya aku yang memikirkannya terlalu, dan hanya aku yang selalu tetap menunggunya....

Aku pun tersadar jika aku membuang waktuku dengan sia-sia menunggunyaa,,khawatir padanya..
Aku pun memutuskan untuk berhenti karena dia sudah benar-benar pergi.

Terima kasih untuk waktu yang indah, perjalanan yang tidak pernah membosankan bersamamu kala itu..
Selesai sudah cerita itu, terima kasih Argo Bromo yang sudah memberikanku kebahagiaan disepanjang perjalanan bersamamu..

Ku akhiri semua cerita itu hari ini tanpa akan terulang kembali...

Rabu, 12 Juni 2024

KAMU (It's a Real part 2)

Enam bulan sudah aku mengenalmu...

indah yaaa perjalanan dari awal ketemu sampai saat ini aku bisa tahu kamu bukan hanya di depan layar tapi dibalik layar bahkan kamu memperkenalkanku pada duniamu yang baru untukku. gak percaya sih kamu yang hadirnya gak pernah aku rencanakan tapi Allah memberikan kesempatan untukku mengenalmu. 

Berawal dari insomniaku, berselancar di sosial media akan membantuku mendatangkan rasa kantukku. Beberapa menit melihat beranda, tanpa sengaja aku melihatmu sedang melakukan siaran langsung dan disana kamu menerima beberapa permintaan untuk menyanyikan lagu yang dipilih oleh para pengikutimu. Aku pun yang awalnya melihat diluar saja, memutuskan untuk masuk dan menikmati suara serta lagu yang kamu nyanyikan. Suara...aku sangat mudah menyukai seseorang lewat suara. Mendengarmu menyanyi bahkan menghayati tiap bait lagu yang kamu nyanyikan dengan gaya khasmu membuatku terpikat dengan suaramu. 

Cukup lama aku mengamatimu, bukan hanya dari bagaimana kamu menyikapi candaan, request lagu yang mereka minta, dan pilihan lagu yang menurutku menyesuaikan dengan mood kamu saat itu. Terdengar sederhana tapi hal-hal kecil itu menjadi perhatianku.. mengamati tiap gerakmu, pilihan lagu-lagu yang memiliki nuansa yang berbeda setiap harinya, banyak hal yang membuatku kagum denganmu dari sudut pandangku tentunya. 

Tak banyak yang tahu tentang apa yg sedang kamu rasakan, kamu selalu berusaha tampak baik-baik saja didepan mereka yang selalu menunggumu..
iyaa menunggu notifikasimu untuk memulai siaran langsung di channel sosmed mu, aku pun termasuk di dalamnya. Rasanya menyenangkan jika hari itu kamu live, rasa capek pun ilang rasanyaaa (agak agak emang, tapi emang sengefek itu dia buat aku). Indah kaannn?? tentu saja indah sekali.... Hari-hariku semakin berwarna dibuatnyaaaa... di balik layar, semakin indah sekali rasanyaaaa....

Aku tahu, aku tidak pernah menuntut atau memaksa apapun padanyaa..
mengalir begitu sajaa,,semakin mengenalmu semakin banyak hal baru yang aku pelajari.. 

Gimana sih rasanya, disayangi, dicintai dengan begitu indahnyaaa tanpa kita harus memaksa untuk diakui.. Tidak bermaksud dan tidak berniat untuk merahasiakan hubungan ini, namun juga tidak mengumbar apa yang sedang dirasakan. Gimana yaa, tetap merasa memiliki raanah priivasi untuk kami. Biarkan mereka berpikir apapun, asal kami yang tahu bagaimana proses kami dari awal dan sampai pada titik nanti seperti apaaa... Indah tahu menjalani hari-hari kami..

Setiap hari selalu saja ada cerita yang kami bagikan, senang deh mendengar bagaimana dia bercerita tentang hari-harinyaa. Berbagi ceritaa, rasa tak jarang celotehan retjeh kami keluarkan..sekedar tertawa pun membahagiakan pada saat itu.. 

Pernah gak sih, kamu ngerasa bahagia dinyanyikan sebuah lagu tanpa diminta bahkan nama mu dibawa didalam lagu ituu...kamu tanya akuu??? jawabanku satuuu BAHAGIIIAAAAA SUNGGUH BAHAGIIIAAAAAA..... dinosaurus pun menari menari di perutkuu,, bukan lagi butterfly tapi dinosaurus yang dibuatnya menari...
seberuntung itu aku bisa berada disampingnya, bahkan menjadi seseorang yang siap untuk dia kapanpun dia membutuhkankuuu.. Hanya itu yang aku bisa berikan, waktu..
aku berusaha meluangkan waktuku jika dia membutuhkan ku kala itu untuk bercerita maupun menemaninyaaa.... 
banyak hal lucu dan menyebalkan yang kita ceritaakan kala itu, bukan ghibah... karena yang kita bahas tentang kita dan hari kita saat ituu.. 


Lucu yaaaa,,tapi tidak selucu itu


-to be continued-

Jumat, 01 Desember 2023

Keanehan Rasa

Hariku tampak baik-baik saja, semua berjalan seperti apa yang dilihat. Tak ada yang aneh bagi sebagian orang yang melihat, tapi tidak dengan orang-orang yang sangat mengenalku...

Apakah kalian tahu, perasaan terdalam apa yang aku rasakan saat ini?

Hampa....Sepi.....Gelap....atau sebut saja dengan keanehan rasa
Tak mampu menjelaskan bagaimana dan apa yang sebenarnya aku rasakan, semua terasa sama dan tak berhasrat lebih...
Semua seperti hambar, tak berselera melakukan hal apapun ketika aku sendiri
Aku tidak benci perasaan ini, bukankah sebelumnya aku bisa melewatinya..
Tapi, kenapa yang ini berbeda.. Aku sudah berusaha untuk mengembalikan diriku yang dulu..
Harus berapa lama aku bisa kembali pada diriku atau bahkan menjadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya..

Semua terasa berubah, tanpa haluan, tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa rencana, tanpa ambisi, tanpa senyuman.. semua menjadi datar saat ini..

Ahhh,,,,
rasanya sungguh menganggu, ini bukan aku..
aku tidak pernah merasakan hal seperti ini, ini apaa, apa yang aku rasakan ini?
hambar sekali...
Aku sehat, tak ada yg salah dengan kesehatanku...
Atau mentalku yang terganggu? Hebat sekali dia, bisa membuatku seperti ini..
Ini benar-benar bukan diriku, aku sendiri pun tak mengenali...
dampaknya sangat terasa, kalau kata orang seperti sebagian diri hilang...

Aku lebih banyak diam saat ini, bukan melamun tapi entah tak ada apapun yang muncul dipikiranku..
kosong melompong rasanya...
Satu lagi jam tidurku pun amat sangat berantakan, ku tidur menjelang subuh dan dua jam berikutnya aku terbangun melakukan aktivitas yang menguras energi menurutku saat ini
Lelah? sudah pasti, tapi sebelumnya aku mampu dan bisa menyelesaikan semuanya dengan baik tapi kenapa sekarang aku bimbang dan berantakan..
Sedangkan dia disana melakukan harinya dengan baik-baik saja bahkan seperti tidak terjadi apa-apa dihidupnya (menurutku)...


*terlalu mendramatisir
biarklah, terserah orang mau bilang apa. Aku tidak menyangkal apapun yang mereka pikirkan tentangku saat ini.. toh yang tahu pasti apa yang aku rasakan yang hanya diriku, the only me...
Apapun yang mereka katakan tentangku tak mampu merubah apa yang aku rasakan..
Keanehan rasa ini sungguh nyata dan terasa sangat pada hari-hariku saat ini.

Jumat, 24 Februari 2023

Suara Hati

Ini bukan cerita seperti yang sebelumnya, ini adalah untaian kata yang ingin aku katakan tapi aku tidak sanggup mengutarakannya. Kenapa? karena aku terlalu penakut untuk bicara jujur apalagi ini menyangkut apa yang aku rasakan. Yaps secupu itu kalau kata orang sekarang. Jika ini menyangkut rasa aku selalu takut dan kepercayaan akan sesuatu itu menjadi lemah, keberanianku menciut. 

Hati ini bukan karena takut akan gagal hanya saja terlalu banyak cerita yang pernah aku lewati. Bertemu, menceritakan tentang hari-hari, mengenalkan akan bagaimana keseharianku, orang-orang yang selalu ada disekitarku. Berkenalan, mengajak seseorang masuk dalam duniaku dan aku masuk kedalamnya, mempelajari hal baru bahkan segala sesuatu yang tidak pernah aku tahu. Beradaptasi, menyesuaikan kebiasan masing-masing, mencoba memasuki ranah dan lingkungan baru untuk dapat menyelaraskan apa yang menjadi rasa dan part terakhir yang aku rasakan setelah ketiganya adalah Berpisah, ya bagian ini yang selalu aku rasakan disetiap ketiga bagian sudah aku lalui. Pertanyaan yang sama selalu muncul "apakah aku setidak pantas itu untuk merasakan diprioritaskan". Aku ingin menuliskan bagian Berdampingan tapi aku tidak tahu seperti apa rasanya dan bagaimana aku menjelaskan pada kalian. Jadi kali ini biarkan bagian ini menjadi harapanku sampai saat ini. 

Banyak cerita yang aku lewati saat ini dan itu semua terjadi tanpa aku tahu batas akhir akan berhenti dimana. Yang aku tahu aku akan tetap menjalani hari-hariku people come and go semua datang dan pergi sesuka hatinya yang hanya menyisahkan rasa pilu yang kurasa. Ingat ini bukan tentang rasa sakit hari ini hanya sebuah suara dari hati yang pernah mati. 

Kepercayaanku akan seseorang sempat menghilang bahkan setidak percaya itu aku pada orang-orang baru yang datang. Pertama orang bertemu denganku mereka akan merasakan sikapku yang dingin dan angkuh namun setelah mereka mengenal mereka merasakan kehangatan. Tenang itu memang manusiawi jika aku bertindak seolah-olah akrab saat pertama kali membuatku akan tidak nyaman. 

Pernah gak kalian merasakan hati kalian yakin akan satu hal, keyakinan kalian bertambah saat hati kalian merasakan klik terhadap sesuatu? Pernah kan? Karena aku pernah merasakannya. Saat merasa cocok akan satu hal aku berusaha untuk menjaganya apapun yang terjadi aku tetap pada pilihan hatiku namun hatiku salah lagi-lagi dan kali ini rasa pilu begitu keras yaa ini kah rasa sakit hati? pertama kali aku merasakannya dan itu membekas hingga membuatku merasa tidak mudah membuka hati lagi. 

Kenyamanan, kasih sayang, perhatian apalagi yang belum aku berikan padamu? Semua sudah ku berikan tapi kenapa aku dihempaskan begitu saja bahkan dengan gampangnya kamu bilang "kalau nanti dia tidak mau denganku, aku masih ada kamu kan." itu seperti pukulan telak pada kesadaran hatiku saat memilihnya. Kecewa, sedih, frustasi, itu semua jadi satu kulakukan dengan menangis, ya hanya itu yang bisa kulakukan. Menjadi pribadi yang rapuh tak ada lagi senyuman sepanjang hari itu, berdiam diri di kamar, menyapa orang sekedarnya, saat yang lain tertawa aku hanya diam. Aku memang lemah dan terpuruk saat itu seakan tak pantas lagi aku merasakan kasih sayang dari seseorang yang aku pilih. 

Ketidak percayaan diriku kembali besar, sampai detik ini aku selalu menarik diri jika seseorang mendekatiku bukan karena aku tidak sopan hanya saja aku takut dia dekat hanya karena sungkan pada sikapku. Aku menjadi orang yang apa-apa selalu tidak percaya diri bahkan diajak untuk bertemu dengan orang pun aku selalu mencari alasan agar dia tidak berusaha keras mengajakku bertemu. Aku takut aku tidak sesuai ekspetasinya. Karena dikecewakan oleh ekspetasi itu bisa merusak hari bahkan perasaan saat ini atau esok hari. 

Pengalaman itu membuatku takut akan memulai hubungan baru, takut akan menjadi cadangan bagi seseorang ketika dia selalu jadi prioritasku. Ketakutanku akan hubungan membuatku merasakan aku adalah orang yang memiliki trust issue berlebih pada sesuatu apalagi jika itu menyangkut tentang kepercayaan dan hubungan. 


It's a Real?? (part 1)

Sebuah mimpi dan bahkan ketidakmungkinan bisa menjadi mungkin jika semua sudah jalannya. Banyak yang percaya akan kebetulan tapi tidak sedikit yang tidak percaya akan kebetulan dan aku salah satunya. Bagiku tidak ada yang namanya kebetulan karena Tuhan mempertemukan seseorang selalu ada alasan dan tujuannya untuk mereka. Itu keyakinanku akan sebuah pertemuan dan perpisahan saat ini dari semua yang aku alami semua memiliki dampak untukku baik cara berpikir maupun cara bersikapku yang semakin aku jaga. 

Tahu tidak, apa yang membuatku tidak menyangka tentang hal ini? Karena menurutku kamu itu sesuatu yang tidak pernah aku cari dan tidak pernah ku bayangkan. Tapi itu semua dipatahkan saat kita berkomunikasi di dunia nyata, Yapsss,,aku bertemu dengannya lewat sosial media. Kata orang sosmed itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat tapi itu tidak berlaku untukku. Dimanapun dan sejauh apapun aku merasa dekat dengannya. kok bisa?? Ya karena dia bisa membawa suasana dan membuatku merasa dekat dengannya lebih dari yang aku bayangkan, bahkan sejauh ini.. 

Semua yang terjadi saat ini membuatku bertanya-tanya, bagaimana awal mula hal ini terjadi? ini bukan kebetulan, tapi bertemu denganmu karena ketidaksengajaan pun aku tidak bisa percaya. Karena ketidaksengajaan itu aku dan kamu bisa bertemu dan mengenal hingga detik ini. 

Hal-hal yang telah lama mati kini aku rasakan kembali, setiap detik aku menikmati rasa menunggu kabarmu. Indahnyaa diawal saja? tidak, aku merasakannya sampai saat ini. Setiap waktu aku memang selalu ingin tahu kabarmu, selalu menanti cerita apa yang akan kau bagi. Itu inginku, tapi aku tidak pernah menyesal tentang keadaan ini, karena ini pilihanku. 

Bermula dari aku mendukungnyaa tanpa berharap apapun, dan dari awal aku berani berjanji untuk selalu menjadi support system yang baik untuknya. Apapun kondisinya aku akan tetap ada ditempat yang sama untuk mendukungnya selama itu positif untuk dia dimasa depan. 

Semua terasa nyata saat aku membaca sebuah kata percakapan kita, kata yang tidak pernah aku bayangkan, panggilan yang dianggap orang sederhana tapi bagiku ini terindah karena kamu yang memanggilku "dek" sederhana bukan, tapi ini membahagiakanku setiap aku membaca kalimatmu. Berawal dari bercerita tentang hal-hal sederhana hingga keranah pekerjaan bahkan membahas hal-hal yang receh pun kita lakukan yaa obrolan kita memang serandom itu ternyata tapi aku sangat menikmatinya. 

Kenyataan indah mulai aku rasakan sejak aku mendengar suaramu pertama kali, keadaan yang mungkin biasa saja menurut orang lain tapi sejak saat itu aku mulai tertarik apapun hal tentang kamu. Menantikan kamu menyapaku setiap pagi, menanyakan hal-hal sederhana, hingga kekonyolanmu tiba-tiba itu membuat hariku semakin indah. Rasanya pekerjaan hari itu bisa ku selesaikan dalam waktu 5 menit...
Jadi gini ya rasanya jatuh hati pada orang. Semakin terasa nyata karena ku kira itu hanya bertahan beberapa waktu saja sebagai tanda basa-basi percakapan tapi tidak,,selama satu bulan komunikasiku dan kamu sangat lancar bahkan semakin intens topik pembicaraan kita saat itu. 



- to be continued-

Selasa, 30 Agustus 2022

It's a Dream?


Ku kira dipertemukan seperti ini hanya ada diacara-acara televisi ataupun cerita-cerita fiksi, sekarang aku mengalaminya dikehidupanku. 

Perasaaan itu muncul secara tiba-tiba tidak pernah terbayang orang yang akan mengisi hariku adalah kamu. Kamu adalah orang yang tidak pernah aku bayangkan bisa berkenalan sampai sejauh ini.

Seperti mimpi, saat pertama bertemu kamu, aku kagum akan dirimu dalam bersikap sampai pada akhirnya Tuhan memberikan kesempatan mengenalmu secara nyata. Mengetahui dirimu seutuhnya, bercerita tentang apapun hal yang bisa kita ceritakan.

Indah sekali, mengetahui dirimu yang lebih menyenangkan, dirimu yang tak pernah aku bayangkan. Sisi lain darimu yang membuat rasa kagumku semakin dalam. Menyukaimu? mungkin itu kata yang tepat tapi berharap memilikimu? itu terlalu cepat. Menikmati hari-hari bersamamu itu yang selalu aku syukuri. 

Kepercayaanku pada setiap pertemuan adalah "tidak ada sebuah kebetulan. Tuhan mempertemukan seseorang pasti memiliki rencana dan alasannya" Lalu apa yang sedang direncanakan Tuhan untuk kita?  Pikiranku sudah membayangkan hal-hal yang indah, terlalu jauh memang tapi indah jika aku sedang berada didunia impianku. 

Maaf kalau aku terlalu lancang memasukkanmu kedalam hari-hariku, menceritakanmu betapa aku bahagia bisa mengenalmu. Rasa itu semakin menyata saat kita mulai berbagi cerita pribadi, beranjak pada memberanikan diri untuk bertukar suara. Aku masih ingat, suara dan moment pertama kali kita bertukar suara dan ku rasa itu adalah kali pertama aku mulai menyukaimu. Nada suaramu, suaramu begitu sopan padaku, sikapmu menenangkanku untuk mempercayaimu. Bisa ku katakan hari itu adalah awal mula segalanya berubah. Selalu ada cerita setiap harinya, sapamu selalu ku tunggu untuk menyapa sekedar menanyakan kesibukan bahkan membahas sesuatu yang receh pun kita lakukan. Hari-hari itu adalah kebahagian baru untukku. Ku merasakan dinding pertahananku mulai rapuh, terkikis oleh kehadiranmu setiap waktu. Memberikan ruang untukmu. 

"Masuklah, dan kali ini jangan main-main ku mohon" ucap Hati yang memberikan kesempatan padamu. Logiku menentang "Hei, jangan buru-buru. Ingat cerita yang lalu. Kau terlalu gegabah". "Tak apa, kali ini aku berani dan bersiap merasakan apapun yang terjadi. Tapi saat ini biarlah aku merasakannya" ucap Hati meyakinkan logika. "Hei, aku sudah lama tidak berdetak seperti ini, detak ini sudah lama mati kini hidup kembali. Biarkan dia merasakan detak ini" Jantung menimpali ucapan Hati. "Baiklah, kali ini kubiarkan kalian merasakan hal yang sudah lama tidak kalian rasakan. tapi jika terjadi hal lainnya biarkan aku yang bekerja untuk "menampar" kesadarannya" Logika menegaskan dan mereka berdua pun dengan kompak mengiyakan ucapan Logika. 

Sungguh, perasaan ini campur aduk, andai aku bisa gambarkan rasanya seperti memasuki jalanan panjang namun pemadangan indah akan membuatmu menikmati setiap detiknya. Bersyukur itu yang dapat ku lakukan. Berterima kasih karena Tuhan sudah mempertemukan ku denganmu, entah apa artinya yang ku tahu saat ini aku akan bersyukur dan menikmati nikmat yang sedang Tuhan berikan padaku yaitu mengenalmu dengan caraku. 

Tiada hari tanpa kabar darimu, itu membuatku bahagia...

Terima kasih sudah hadir dan membawa nuansa baru yang aku sendiri masih selalu tersenyum mengingat awal mula kita bertemu dan berteman. Indah dan Tak ada yang mampu menyangka kesempatan yang Tuhan berikan ini. 


Selasa, 09 November 2021

The New Beginning

Haii..
Bagaimana kabarmu hari ini..??
aku baik, ada hal yang ingin ku bagi denganmu. 
Bukan... ini bukan tentang langit ataupun ombak, tapi ini tentang perasaanku. perasaan yang selama ini membeku sekarang mencair dengan perlahan

Semua berawal dari..

Hari itu Kamis, 16 September 2021 jam 4.38 subuh. 
Aku terbangun seperti biasa, sholat dan kembali ke kasurku sambil menunggu jam mandi. Aku memutuskan membuka ponsel berselancar ke beberapa platform sosial media sampai ada notifkasi dari akun yang tidak biasa mengirim direct messages (dm) pada ku. Dia menjawab dm ku beberapa hari yang lalu saat aku lihat itu sudah 15 hari dari aku membalas kiriman video di dm. 
Tidak berekspetasi apapun, karena biasanya dm di platform lain pun selalu dibalas sekenanya, seperlunya dan mungkin seingetnya..

Tapi kali ini berbeda...

Dia menoticeku. Dia memastikan aku adalah orang yang sama yang selalu mengiriminya pesan via dm untuk sekarang memberikan komentar, menyukai postingannya dan juga memberikan semangat saat status yang ia buat menurutku sedang gusar. 
*Kalau kalian tahu, aku memang mengaguminya, tepat satu tahun yang lalu aku dan dia berteman dan kami tidak ada komunikasi intens selain hanya berbalas pesan via dm atau pun saling menyukai postingan lagi-lagi by  dm. 

Obrolan pagi itu terasa begitu mengalir, aku merasakan ia sedang sedih, sedang membutuhkan teman untuk bercerita. Aku pun mendengarkan dan membaca dengan seksama setiap pesan yang aku terima darinya. Obrolan kami semakin dalam saat membahas tentang hubungan dan komitmen, sudut pandang kami berbeda tapi tidak jauh berbeda kami melengkapi puing-puing kecil dari pendapat kami.
Sampai dia pun menanyakan tentang kehidupan pribadi, satu obrolan yang selama ini tidak pernah kami lakukan. Tentu saja aku menceritakan dengan gaya dan bahsaku.

Tahu tidak, dia sampai menyuruhku untuk mengirimkan foto diriku untuk memastikan itu benar-benar aku bukan orang lain. 
ada kalimat yang membuat dinosauru diperutku menari-nari "Kalau aku memang ingin mengenalmu bagaimana" percayalah aku bangun dari tidurku. Aku kaget, aku bingung tapi aku juga senang dan aku menenggelamkan wajahku dalam bantal dan berteriak terlalu girang disana aku bahagia sekali, ku ulangi lagi membacanya takut ada pembenaran darinya untuk kalimat itu ternyata tidak sampai ku tanyakan "bercanda ya kak" tahu jawaban dia apa.... "Ish dibilangin serius tapi mau saling kenal dulu gak papa" OH TUHAN HAMBA MU SATU INI BENAR-BENAR DIBUATNYA KEPAYANG, BAHAGIA, TERHARU menjadi satu..
jadi begini rasanya dinotice. Aku akhirnya mengaku padanya "Kak, aku itu cuman seonggok fans kamu dipojokkan sana loh" jawaban dia "gak boleh ngomong gitu, kita semua sama di mata Allah" gimana gak makin meleleh akuu tuhhhh sama kamu....
percakapan kami sampai pada dia meminta nomer whatsapp sejujurnya aku tidak ingin memberikan takut-takut hanya percakapan singkat, tapi hati berkata lain. seakan hati menyuruh logika untuk menggerakan tangan dan mengetik susunan angka pada keypad ponselku. 

tak lama dia mengajakku untuk melakukan panggilan whatsapp call ku kira lewat voice call tapi dugaan ku salah saat aku melihat id caller video call incoming jantung tidak aman, bahkan wajah ku masih kucel..
tapi kekuatan dalam diriku "sudah gak papa, apa adanya aja kalau terus berlanjut berarti dia tulus kalau tidak bukankah kamu sudah melihatnya  secara dekat" aku menekan yes 
dan.....
"he look so handsome with dimple in the corner when he smile at me"
"heeiii, dia orang selama ini kamu lihat di sosial media. dia menghubungi bahkan kalian melakukan panggilan video. mata kalian saling bertemu walau terhalang layar ponsel"

aku masih ingat dia menggunakan pakaian warna abu2 dan duduk sambil membenarkan rambutnya "he so cutee, so adorable.. i adore you" hatiku ingin sekali mengatakan itu tapi aku menahannyaa, bukan gengsi tapi aku terlalu malu untuk langsung mengatakannya. 
30 menit lewat, tingkahnya sangat lucu dia berkeringat saat berbicara "ah tahu gitu kita panggilan suara aja jangan video. bingung ngomongnya duhh kesalahan ini" aku hanya tertawa melihatnya..
tingkah lucunyaa sangat imut untukku...

Perbincangan kami mengalir begitu saja, ternyata dia masih ingat pertama yang kami bahas di dm adalah tentang sepak bola, kebiasaan, pandangan hidup, bahkan pengalaman yang lalu..

Aku pun terkejut kenal baru beberapa jam tapi pembicaraan kami sangat dalam sekali, nyaman dan sefrekuensi itu yang selalu dia bilang.. membuatku merasakan hal yang sama dan anehnya aku tidak menjadi orang lain... aku benar2 menjadi diriku sendiri saat berbincang bersamanya..
tertawa, saling ledek, bercerita serius itu yg kami lakukan... 
menyenangkan sekali mengenalmu secara langsung bukan lg foto profil dan rangkaian katamu tapi aku langsung mendengar suaramu dan melihat ekspresimu..

Tanpa ku sadari aku kembali tersenyum pada orang yang baru, aku kembali merasakan perasaan yang sudah 4tahun tenggelam dan ku bangun tembok pembatas yang tinggi. itu semua luluh perlahan mulai melunak karena dia mampu mengambil perhatianku..
Dia tahu bagaimana memperlakukanku dan membuat aku tertarik berbicara banyak padanya...

Terima kasih sudah mau membuka komunikasi lebih dalam denganku..

Ternyata tidak sampai disitu percakapan kami, dia melakukan hal yang tidak aku sangka yaitu...


-to be continue-

Senin, 30 Desember 2019

Untuk kamu

Rindu itu punya banyak arti...
aku percaya..
kamu?
aku percaya rindu itu memiliki beragam arti, karena aku merasakannya..
rindu yg tak pernah bisa dibayarkan.
kenapa?
karena rindu ini tak punya ruang untuk dibalas..
hanya mampu merindu tanpa mampu bertemu..
tapi ketahuilah, hatiku selalu merindukanmu..
mungkin tidak untuk selamanya tapi saat ini ruang rinduku ada kamu..
kamu yang selalu ku rindukan, taukah kamu? ruang rindu ini penuh dengan namamu, bayanganmu, semua tentang kamu.
Pernah terfikir untuk bertemu lepas rindu, tapi apa dengan bertemu saja bisa mengosongkan kembali ruang rindu? mengubah rindu jadi kenyamanan dan mengisi ruang kasih sayang dari ruang rindu itu.
Rumit ternyata tapi itu menyenangkan jika bisa mengubah seisi ruang rindu menjadi kasih sayang..

Kamu dan Rindu...
bagaimana caraku mengatakan "Aku Rindu Kamu" dengan sangat lantangnya?
Bisakah kamu ajarkan aku cara mengatakannya?

"Mudahkan mengucapkannya?"
Tidak, Tidak semudah itu, saat kamu tidak mengerti arti Rindu yang aku rasakan.
bukan Rindu sebatas bertemu akan hilang, bukan Rindu yang hanya bertegur sapa akan hilang, bukan juga Rindu sebatas kata. Tapi Rindu ini memiliki arti tersendiri untukku. untuk ruang rinduku yang selalu ingin kamu tahu, ada kamu disini.
Kamu yang saat ini belum merasakannya, atau mungkin sudah merasakan tapi tidak pernah kamu ucapkan padaku.

Mungkin aku terlalu berharap kamu merindukanku juga, tak apa..
berharap sedikit untuk rindu itu tak apa kan?
lebih baik aku mengatakannya sekarang, lewat doa aku sematkan dirinduku padamu..
baik-baik disana, semoga kamu bisa merindukanku...

Rindu ini punya arti untukmu..
Ruang rindu ini ada karena kamu

Terima Kasih sudah mengisi ruang rindu ini, setelah sekian lama tak ada isi diruang ini.

Semoga kamu mendengar rindu ini..



Jumat, 15 Februari 2019

Tahap Akhir Kita

Boleh aku bercerita tentang kamu?
Jika kamu membaca ini, kamu akan tau bagaimana kamu dimataku..

Semua berawal dari sebuah pertemuan, ya lagi2 pertemuan dan bukan sebuah kebetulan kita bertemu.
Ternyata kamu telah merancang pertemuan ini, aku berpikir pertemuan kita hanya sebatas saling mengenal di tahap pertama. Ternyata aku salah, dari sana tahap kita bertambah..

Tahap pertama : kita saling mengenal tentang kita. Kesamaan beberapa makanan, hobi yg sejalan..
Tahap kedua : pemikiran kita bersebrangan, tp drsana kita bisa bertukar pikiran satu sama lain..
Tahap ketiga : kita memberanikan diri untuk mengenal keluarga kita masing2. Menghabiskan waktu bersama keluarga kita dan membuat kita semakin akrab
Tahap keempat : kamu memberanikan diri untuk membuat rencana kedepan (padhal status kita sendiri entah apa saat itu). Mulai dr rencana kecil hingga ke rencana yg selalu dipikirkan seseorg yg telah matang berhubungan
Tahap kelima : kita mulai terlihat perselisihan kecil, pemikiran kita terkadang terlalu bersebrangan sehingga percikan kecil kadang hadir. Tapi kita masih mampu bertahan
Tahap keenam : finally kita mulai berani berhubungan resmi (ya status kami berubah seperti remaja seumuran kami. Kami berpacaran)
Tepat ditahap ini kita mulai terbiasa dengan keadaan kita.
Perselisihan pun kita bisa lewati bersama, terkdang kamu menggodaku untuk berselisih paham denganmu.
Lucu kadang, membayangkan hubungan kita sampai ditahap ini.
Dimana orang skrng tidak butuh waktu lama untuk berhubungan, tpi kita berbeda. Kita punya cara sendiri untuk memulainya dan mungkin cara yg unik juga untuk menyudahi (semoga jangan).
Tahap ketujuh : tepat satu tahun sudah kita berhubungan. Mengenal kamu lebih dalam, tahu tetang karakter kita. Selalu berdiskusi tentang apapun itu.
Sampai....
Aku sadar, kita sudah mengenal semua yg ada. Berbagi apapun yg kita punya. Bercerita tentang hal2 yg menyenangkan sampai kadang berkhayal sesuatu yg lucu..
Berbicara tentang hubungan kita, tahapan yg ingin kita capai seperti pasangan yg lain..
Memulai tahapan baru dengan status yg baru..
Kamu mulai menunjukan sesuatu yg baru, bukan hal biasanya tp aku tau ini keanehan saat kamu berbohong.

Kebiasaanmu yang aneh, tingkah lakumu yg bukan seperti dirimu, janjimu yg semakin hilang, kepercayaanmu yg meragukan ucapanku. Bukankah dulu kamu tidak begini?
Kata orang, org akan protektif dan berpikir negatif karena mereka sedang atau mungkin pernah diposisi itu.
Dan ternyata benar, kamu adalah orang yang sedang diposisi itu..
Ketakutanmu yg kamu lakukan padaku ternyata itu yang sedang kamu lakukan dibelakangku..
Awalnya aku tidak yakin.. karena itu bukan sifatmu..
Tapi semua seperti yakin, karena aku menemukanmu bersama dia. Dia yg selama ini aku takutkan akan hadir diantra kita.....
Dari situ kita tidak mencapai tahap akhir kitaa..
Aku memilih untuk melepaskanmu..
Melepaskanmu untuk benar2 tidak akan mengapaimu lagi..
Bukan jalan yg mungkin kamu inginkan, tapi ini jalan yang aku mau, untuk menyelamatkan hatiku agar tidak tersakiti karena ulahmu..

Terima kasih karena kamu sudah mau melangkah maju sampai tahap ketujuh, tahap yg sudah jauh untuk kita tapi akhirnya kita tidak bisa melanjutkan tahap itu..
Ikhlas melepaskanmu...
Sakit?? Awalnyaa
Susah?? Awalnya
Bahagia?? Pada akhirnya
Bisa tanpamu?? Aku harus bisa

Ada atau tanpa dirimu, duniaku tak berhenti berputar..
Bahkan aku tetap bisa bernapas seperti biasanya...

Terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita hidupku. . .
Ketauilah aku sudah memaafkanmu, tapi untuk melanjutkan tahap kita..
Maaf aku tak bisa..
Biarlah itu menjadi kenangan dan pembelajaran untuk kita.

Terima kasih untuk semua kenangan indah dan berbagi waktu bersama ku selama ini....

Selasa, 08 Oktober 2013

Dialah ombakku






Dibawah langit yang biru, diatas pasir yang putih diantara karang-karang yang tinggi ia hadir membawa suasana baru, suara khas saat ia menyapa karang. Ombak yang datang bergantian membawa warna baru diatas permukaan air yang tenang, ia datang dengan membawa harapan disetiap gulungannya. Harapan untuk semua orang yang menunggunya. Pernah terpikir olehku apakah ombak akan tetap seperti ini tenang namun dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan saat berada bersamanya diatas air. Perlahan tanpa ku sadari angin berbisik padaku “nikmatilah ombak yang kau lihat sekarang, karena belum tentu kau selalu dapat melihat dan merasakannya seperti sekarang”. Perlahan aku teringat akan seseorang yang berada jauh dari hidupku, seseorang yang dulu pernah ada dihidupku, seseorang yang memberikanku pengalaman yang baru tentang hidup.
Saat itu usiaku genap 20 tahun, dimana aku merasakan yang namanya cinta yang sebenarnya. Aku bertemu dengannya dan menjadi bagian dari hidupnya. Dia adalah Bian. Bian yang selalu memberiku warna yang baru setiap harinya, ia memberikanku pengalaman tentang kehidupan yang selama ini tak pernah ku tahu dan Bian adalah orang selalu mengajakku bermain dipantai menikmati pemandangan laut dan langit yang menjadi satu saat aku menatapnya.
Pernah Bian berkata padaku “Hay, lihatlah kelaut. Apa yang kau lihat dilaut?” aku pun menjawab “Aku hanya melihat air yang biru dan aq mendapat ketenangan”. “Rani, coba penjamkan matamu dan rasakan suara deburan ombak yang datang” kata Bian. Aku pun mencoba merasakannya, dan benar aku merasakan suara ombak yang menyapa karang besar dan dia menyapu pasir lalu membawanya ketengah laut. Bian pun berkata “Aku ingin menjadi ombak didalam hidupmu.” “Kenapa kau harus menjadi ombak, bukankah ombak terkadang membawa musibah?. “Tidak semua ombak membawa kekacauan, ombak juga dapat membawa suasana baru dan memberikan kesenangan bagi penikmatnya” perkataan Bian ini membuatku berpikir bahwa ombak tak selamanya jahat.
"kenapa kau memilih menjadi ombak? kenapa tidak langit yang selalu memberiku keteduhan?"
"untuk apa aku menjadi langit jika aku hanya memberikan keteduhan? bukankah dimana ada ombak disitu langit akan memberikan pesonanya yang menawan?" jawab Bian dengan memejamkan mata
"benar, tetapi aku aku lebih menyukai melihat langit dan lautan."
"suatu hari nanti jika kau merindukanku datanglah kemari dan pejamkan matamu lalu rasakan suara ombak dan rasakan langit yang memberimu keteduhan karena saat itu aku merasakan hal yang sama." jawab Bian dengan memelukku erat
aku tak dapat membalas perkataannya hanya sebuah pelukan hangat yang membalas ucapannya.

Aku dan Bian pun sering menghabiskan waktu bersama disana, walau hanya melihat laut dan langit karena terkadang ombak tak datang. Terkadang pun saat kami datang, kami mendapat sambutan hangat dari matahari yang akan beranjak berganti tugas dengan bulan dan sapaan penuh semangat dari ombak. Entah kenapa saat aku dan Bian bersama aku selalu merasa ombak selalu menyapa kami dengan indahnya berbeda saat aku bersama keluargaku. Sempat terlintas apakah ombak ini akan menjadi Bian yang selalu memberikan keindahaan dan senyumannya yang khas padaku setiap aku melihatnya.

Benar adanya suatu hari Bian pergi untuk mengejar mimpinya, aku pun kehilangannya. Aku pun lebih sering menghabiskan waktu sendiri dan memandangi lautan yang biru. Saat itu langit dan lautan tampak indah aku pun mengingat ucapan Bian untuk merasakan dirinya yang datang bersama ombak dan langit yang teduh. Benar adanya aku benar-benar merasakan Bian ada disampingku dan memelukku dengan hangat sama seperti saat ia memelukku dulu. Tak kusadari air pun menetes disudut mataku membuatku semakin merindukannya.
Satu pesan Bian yang selaluku ingat sampai saat ini "Dimana ada laut pasti ada langit yang menemani keindahannya. Seakan langit dan laut adalah satu kesatuan dan ombak adalah warna baru ditengahnya." Bian entah apa yang ada dipikiranku saat ini, namun yang pasti kau tlah berhasil menjadi ombak dalam hidupku dan ombak yang selalu muncul dengan sejuta keindahan suara sapaannya ku beri ia nama Ombak Bian

Argo Bromo Anggrek di Bulan Juni

Setelah penantian panjangku, aku kembali mendengar notif yang sudah lama ku rindukan berhari-hari lamanya. Sebuah kalimat yang tak pernah ak...