Ini bukan cerita seperti yang sebelumnya, ini adalah untaian kata yang ingin aku katakan tapi aku tidak sanggup mengutarakannya. Kenapa? karena aku terlalu penakut untuk bicara jujur apalagi ini menyangkut apa yang aku rasakan. Yaps secupu itu kalau kata orang sekarang. Jika ini menyangkut rasa aku selalu takut dan kepercayaan akan sesuatu itu menjadi lemah, keberanianku menciut.
Hati ini bukan karena takut akan gagal hanya saja terlalu banyak cerita yang pernah aku lewati. Bertemu, menceritakan tentang hari-hari, mengenalkan akan bagaimana keseharianku, orang-orang yang selalu ada disekitarku. Berkenalan, mengajak seseorang masuk dalam duniaku dan aku masuk kedalamnya, mempelajari hal baru bahkan segala sesuatu yang tidak pernah aku tahu. Beradaptasi, menyesuaikan kebiasan masing-masing, mencoba memasuki ranah dan lingkungan baru untuk dapat menyelaraskan apa yang menjadi rasa dan part terakhir yang aku rasakan setelah ketiganya adalah Berpisah, ya bagian ini yang selalu aku rasakan disetiap ketiga bagian sudah aku lalui. Pertanyaan yang sama selalu muncul "apakah aku setidak pantas itu untuk merasakan diprioritaskan". Aku ingin menuliskan bagian Berdampingan tapi aku tidak tahu seperti apa rasanya dan bagaimana aku menjelaskan pada kalian. Jadi kali ini biarkan bagian ini menjadi harapanku sampai saat ini.
Banyak cerita yang aku lewati saat ini dan itu semua terjadi tanpa aku tahu batas akhir akan berhenti dimana. Yang aku tahu aku akan tetap menjalani hari-hariku people come and go semua datang dan pergi sesuka hatinya yang hanya menyisahkan rasa pilu yang kurasa. Ingat ini bukan tentang rasa sakit hari ini hanya sebuah suara dari hati yang pernah mati.
Kepercayaanku akan seseorang sempat menghilang bahkan setidak percaya itu aku pada orang-orang baru yang datang. Pertama orang bertemu denganku mereka akan merasakan sikapku yang dingin dan angkuh namun setelah mereka mengenal mereka merasakan kehangatan. Tenang itu memang manusiawi jika aku bertindak seolah-olah akrab saat pertama kali membuatku akan tidak nyaman.
Pernah gak kalian merasakan hati kalian yakin akan satu hal, keyakinan kalian bertambah saat hati kalian merasakan klik terhadap sesuatu? Pernah kan? Karena aku pernah merasakannya. Saat merasa cocok akan satu hal aku berusaha untuk menjaganya apapun yang terjadi aku tetap pada pilihan hatiku namun hatiku salah lagi-lagi dan kali ini rasa pilu begitu keras yaa ini kah rasa sakit hati? pertama kali aku merasakannya dan itu membekas hingga membuatku merasa tidak mudah membuka hati lagi.
Kenyamanan, kasih sayang, perhatian apalagi yang belum aku berikan padamu? Semua sudah ku berikan tapi kenapa aku dihempaskan begitu saja bahkan dengan gampangnya kamu bilang "kalau nanti dia tidak mau denganku, aku masih ada kamu kan." itu seperti pukulan telak pada kesadaran hatiku saat memilihnya. Kecewa, sedih, frustasi, itu semua jadi satu kulakukan dengan menangis, ya hanya itu yang bisa kulakukan. Menjadi pribadi yang rapuh tak ada lagi senyuman sepanjang hari itu, berdiam diri di kamar, menyapa orang sekedarnya, saat yang lain tertawa aku hanya diam. Aku memang lemah dan terpuruk saat itu seakan tak pantas lagi aku merasakan kasih sayang dari seseorang yang aku pilih.
Ketidak percayaan diriku kembali besar, sampai detik ini aku selalu menarik diri jika seseorang mendekatiku bukan karena aku tidak sopan hanya saja aku takut dia dekat hanya karena sungkan pada sikapku. Aku menjadi orang yang apa-apa selalu tidak percaya diri bahkan diajak untuk bertemu dengan orang pun aku selalu mencari alasan agar dia tidak berusaha keras mengajakku bertemu. Aku takut aku tidak sesuai ekspetasinya. Karena dikecewakan oleh ekspetasi itu bisa merusak hari bahkan perasaan saat ini atau esok hari.
Pengalaman itu membuatku takut akan memulai hubungan baru, takut akan menjadi cadangan bagi seseorang ketika dia selalu jadi prioritasku. Ketakutanku akan hubungan membuatku merasakan aku adalah orang yang memiliki trust issue berlebih pada sesuatu apalagi jika itu menyangkut tentang kepercayaan dan hubungan.