Jumat, 24 Februari 2023

Suara Hati

Ini bukan cerita seperti yang sebelumnya, ini adalah untaian kata yang ingin aku katakan tapi aku tidak sanggup mengutarakannya. Kenapa? karena aku terlalu penakut untuk bicara jujur apalagi ini menyangkut apa yang aku rasakan. Yaps secupu itu kalau kata orang sekarang. Jika ini menyangkut rasa aku selalu takut dan kepercayaan akan sesuatu itu menjadi lemah, keberanianku menciut. 

Hati ini bukan karena takut akan gagal hanya saja terlalu banyak cerita yang pernah aku lewati. Bertemu, menceritakan tentang hari-hari, mengenalkan akan bagaimana keseharianku, orang-orang yang selalu ada disekitarku. Berkenalan, mengajak seseorang masuk dalam duniaku dan aku masuk kedalamnya, mempelajari hal baru bahkan segala sesuatu yang tidak pernah aku tahu. Beradaptasi, menyesuaikan kebiasan masing-masing, mencoba memasuki ranah dan lingkungan baru untuk dapat menyelaraskan apa yang menjadi rasa dan part terakhir yang aku rasakan setelah ketiganya adalah Berpisah, ya bagian ini yang selalu aku rasakan disetiap ketiga bagian sudah aku lalui. Pertanyaan yang sama selalu muncul "apakah aku setidak pantas itu untuk merasakan diprioritaskan". Aku ingin menuliskan bagian Berdampingan tapi aku tidak tahu seperti apa rasanya dan bagaimana aku menjelaskan pada kalian. Jadi kali ini biarkan bagian ini menjadi harapanku sampai saat ini. 

Banyak cerita yang aku lewati saat ini dan itu semua terjadi tanpa aku tahu batas akhir akan berhenti dimana. Yang aku tahu aku akan tetap menjalani hari-hariku people come and go semua datang dan pergi sesuka hatinya yang hanya menyisahkan rasa pilu yang kurasa. Ingat ini bukan tentang rasa sakit hari ini hanya sebuah suara dari hati yang pernah mati. 

Kepercayaanku akan seseorang sempat menghilang bahkan setidak percaya itu aku pada orang-orang baru yang datang. Pertama orang bertemu denganku mereka akan merasakan sikapku yang dingin dan angkuh namun setelah mereka mengenal mereka merasakan kehangatan. Tenang itu memang manusiawi jika aku bertindak seolah-olah akrab saat pertama kali membuatku akan tidak nyaman. 

Pernah gak kalian merasakan hati kalian yakin akan satu hal, keyakinan kalian bertambah saat hati kalian merasakan klik terhadap sesuatu? Pernah kan? Karena aku pernah merasakannya. Saat merasa cocok akan satu hal aku berusaha untuk menjaganya apapun yang terjadi aku tetap pada pilihan hatiku namun hatiku salah lagi-lagi dan kali ini rasa pilu begitu keras yaa ini kah rasa sakit hati? pertama kali aku merasakannya dan itu membekas hingga membuatku merasa tidak mudah membuka hati lagi. 

Kenyamanan, kasih sayang, perhatian apalagi yang belum aku berikan padamu? Semua sudah ku berikan tapi kenapa aku dihempaskan begitu saja bahkan dengan gampangnya kamu bilang "kalau nanti dia tidak mau denganku, aku masih ada kamu kan." itu seperti pukulan telak pada kesadaran hatiku saat memilihnya. Kecewa, sedih, frustasi, itu semua jadi satu kulakukan dengan menangis, ya hanya itu yang bisa kulakukan. Menjadi pribadi yang rapuh tak ada lagi senyuman sepanjang hari itu, berdiam diri di kamar, menyapa orang sekedarnya, saat yang lain tertawa aku hanya diam. Aku memang lemah dan terpuruk saat itu seakan tak pantas lagi aku merasakan kasih sayang dari seseorang yang aku pilih. 

Ketidak percayaan diriku kembali besar, sampai detik ini aku selalu menarik diri jika seseorang mendekatiku bukan karena aku tidak sopan hanya saja aku takut dia dekat hanya karena sungkan pada sikapku. Aku menjadi orang yang apa-apa selalu tidak percaya diri bahkan diajak untuk bertemu dengan orang pun aku selalu mencari alasan agar dia tidak berusaha keras mengajakku bertemu. Aku takut aku tidak sesuai ekspetasinya. Karena dikecewakan oleh ekspetasi itu bisa merusak hari bahkan perasaan saat ini atau esok hari. 

Pengalaman itu membuatku takut akan memulai hubungan baru, takut akan menjadi cadangan bagi seseorang ketika dia selalu jadi prioritasku. Ketakutanku akan hubungan membuatku merasakan aku adalah orang yang memiliki trust issue berlebih pada sesuatu apalagi jika itu menyangkut tentang kepercayaan dan hubungan. 


It's a Real?? (part 1)

Sebuah mimpi dan bahkan ketidakmungkinan bisa menjadi mungkin jika semua sudah jalannya. Banyak yang percaya akan kebetulan tapi tidak sedikit yang tidak percaya akan kebetulan dan aku salah satunya. Bagiku tidak ada yang namanya kebetulan karena Tuhan mempertemukan seseorang selalu ada alasan dan tujuannya untuk mereka. Itu keyakinanku akan sebuah pertemuan dan perpisahan saat ini dari semua yang aku alami semua memiliki dampak untukku baik cara berpikir maupun cara bersikapku yang semakin aku jaga. 

Tahu tidak, apa yang membuatku tidak menyangka tentang hal ini? Karena menurutku kamu itu sesuatu yang tidak pernah aku cari dan tidak pernah ku bayangkan. Tapi itu semua dipatahkan saat kita berkomunikasi di dunia nyata, Yapsss,,aku bertemu dengannya lewat sosial media. Kata orang sosmed itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat tapi itu tidak berlaku untukku. Dimanapun dan sejauh apapun aku merasa dekat dengannya. kok bisa?? Ya karena dia bisa membawa suasana dan membuatku merasa dekat dengannya lebih dari yang aku bayangkan, bahkan sejauh ini.. 

Semua yang terjadi saat ini membuatku bertanya-tanya, bagaimana awal mula hal ini terjadi? ini bukan kebetulan, tapi bertemu denganmu karena ketidaksengajaan pun aku tidak bisa percaya. Karena ketidaksengajaan itu aku dan kamu bisa bertemu dan mengenal hingga detik ini. 

Hal-hal yang telah lama mati kini aku rasakan kembali, setiap detik aku menikmati rasa menunggu kabarmu. Indahnyaa diawal saja? tidak, aku merasakannya sampai saat ini. Setiap waktu aku memang selalu ingin tahu kabarmu, selalu menanti cerita apa yang akan kau bagi. Itu inginku, tapi aku tidak pernah menyesal tentang keadaan ini, karena ini pilihanku. 

Bermula dari aku mendukungnyaa tanpa berharap apapun, dan dari awal aku berani berjanji untuk selalu menjadi support system yang baik untuknya. Apapun kondisinya aku akan tetap ada ditempat yang sama untuk mendukungnya selama itu positif untuk dia dimasa depan. 

Semua terasa nyata saat aku membaca sebuah kata percakapan kita, kata yang tidak pernah aku bayangkan, panggilan yang dianggap orang sederhana tapi bagiku ini terindah karena kamu yang memanggilku "dek" sederhana bukan, tapi ini membahagiakanku setiap aku membaca kalimatmu. Berawal dari bercerita tentang hal-hal sederhana hingga keranah pekerjaan bahkan membahas hal-hal yang receh pun kita lakukan yaa obrolan kita memang serandom itu ternyata tapi aku sangat menikmatinya. 

Kenyataan indah mulai aku rasakan sejak aku mendengar suaramu pertama kali, keadaan yang mungkin biasa saja menurut orang lain tapi sejak saat itu aku mulai tertarik apapun hal tentang kamu. Menantikan kamu menyapaku setiap pagi, menanyakan hal-hal sederhana, hingga kekonyolanmu tiba-tiba itu membuat hariku semakin indah. Rasanya pekerjaan hari itu bisa ku selesaikan dalam waktu 5 menit...
Jadi gini ya rasanya jatuh hati pada orang. Semakin terasa nyata karena ku kira itu hanya bertahan beberapa waktu saja sebagai tanda basa-basi percakapan tapi tidak,,selama satu bulan komunikasiku dan kamu sangat lancar bahkan semakin intens topik pembicaraan kita saat itu. 



- to be continued-

Argo Bromo Anggrek di Bulan Juni

Setelah penantian panjangku, aku kembali mendengar notif yang sudah lama ku rindukan berhari-hari lamanya. Sebuah kalimat yang tak pernah ak...