Selasa, 30 Agustus 2022

It's a Dream?


Ku kira dipertemukan seperti ini hanya ada diacara-acara televisi ataupun cerita-cerita fiksi, sekarang aku mengalaminya dikehidupanku. 

Perasaaan itu muncul secara tiba-tiba tidak pernah terbayang orang yang akan mengisi hariku adalah kamu. Kamu adalah orang yang tidak pernah aku bayangkan bisa berkenalan sampai sejauh ini.

Seperti mimpi, saat pertama bertemu kamu, aku kagum akan dirimu dalam bersikap sampai pada akhirnya Tuhan memberikan kesempatan mengenalmu secara nyata. Mengetahui dirimu seutuhnya, bercerita tentang apapun hal yang bisa kita ceritakan.

Indah sekali, mengetahui dirimu yang lebih menyenangkan, dirimu yang tak pernah aku bayangkan. Sisi lain darimu yang membuat rasa kagumku semakin dalam. Menyukaimu? mungkin itu kata yang tepat tapi berharap memilikimu? itu terlalu cepat. Menikmati hari-hari bersamamu itu yang selalu aku syukuri. 

Kepercayaanku pada setiap pertemuan adalah "tidak ada sebuah kebetulan. Tuhan mempertemukan seseorang pasti memiliki rencana dan alasannya" Lalu apa yang sedang direncanakan Tuhan untuk kita?  Pikiranku sudah membayangkan hal-hal yang indah, terlalu jauh memang tapi indah jika aku sedang berada didunia impianku. 

Maaf kalau aku terlalu lancang memasukkanmu kedalam hari-hariku, menceritakanmu betapa aku bahagia bisa mengenalmu. Rasa itu semakin menyata saat kita mulai berbagi cerita pribadi, beranjak pada memberanikan diri untuk bertukar suara. Aku masih ingat, suara dan moment pertama kali kita bertukar suara dan ku rasa itu adalah kali pertama aku mulai menyukaimu. Nada suaramu, suaramu begitu sopan padaku, sikapmu menenangkanku untuk mempercayaimu. Bisa ku katakan hari itu adalah awal mula segalanya berubah. Selalu ada cerita setiap harinya, sapamu selalu ku tunggu untuk menyapa sekedar menanyakan kesibukan bahkan membahas sesuatu yang receh pun kita lakukan. Hari-hari itu adalah kebahagian baru untukku. Ku merasakan dinding pertahananku mulai rapuh, terkikis oleh kehadiranmu setiap waktu. Memberikan ruang untukmu. 

"Masuklah, dan kali ini jangan main-main ku mohon" ucap Hati yang memberikan kesempatan padamu. Logiku menentang "Hei, jangan buru-buru. Ingat cerita yang lalu. Kau terlalu gegabah". "Tak apa, kali ini aku berani dan bersiap merasakan apapun yang terjadi. Tapi saat ini biarlah aku merasakannya" ucap Hati meyakinkan logika. "Hei, aku sudah lama tidak berdetak seperti ini, detak ini sudah lama mati kini hidup kembali. Biarkan dia merasakan detak ini" Jantung menimpali ucapan Hati. "Baiklah, kali ini kubiarkan kalian merasakan hal yang sudah lama tidak kalian rasakan. tapi jika terjadi hal lainnya biarkan aku yang bekerja untuk "menampar" kesadarannya" Logika menegaskan dan mereka berdua pun dengan kompak mengiyakan ucapan Logika. 

Sungguh, perasaan ini campur aduk, andai aku bisa gambarkan rasanya seperti memasuki jalanan panjang namun pemadangan indah akan membuatmu menikmati setiap detiknya. Bersyukur itu yang dapat ku lakukan. Berterima kasih karena Tuhan sudah mempertemukan ku denganmu, entah apa artinya yang ku tahu saat ini aku akan bersyukur dan menikmati nikmat yang sedang Tuhan berikan padaku yaitu mengenalmu dengan caraku. 

Tiada hari tanpa kabar darimu, itu membuatku bahagia...

Terima kasih sudah hadir dan membawa nuansa baru yang aku sendiri masih selalu tersenyum mengingat awal mula kita bertemu dan berteman. Indah dan Tak ada yang mampu menyangka kesempatan yang Tuhan berikan ini. 


Argo Bromo Anggrek di Bulan Juni

Setelah penantian panjangku, aku kembali mendengar notif yang sudah lama ku rindukan berhari-hari lamanya. Sebuah kalimat yang tak pernah ak...