Selasa, 09 November 2021

The New Beginning

Haii..
Bagaimana kabarmu hari ini..??
aku baik, ada hal yang ingin ku bagi denganmu. 
Bukan... ini bukan tentang langit ataupun ombak, tapi ini tentang perasaanku. perasaan yang selama ini membeku sekarang mencair dengan perlahan

Semua berawal dari..

Hari itu Kamis, 16 September 2021 jam 4.38 subuh. 
Aku terbangun seperti biasa, sholat dan kembali ke kasurku sambil menunggu jam mandi. Aku memutuskan membuka ponsel berselancar ke beberapa platform sosial media sampai ada notifkasi dari akun yang tidak biasa mengirim direct messages (dm) pada ku. Dia menjawab dm ku beberapa hari yang lalu saat aku lihat itu sudah 15 hari dari aku membalas kiriman video di dm. 
Tidak berekspetasi apapun, karena biasanya dm di platform lain pun selalu dibalas sekenanya, seperlunya dan mungkin seingetnya..

Tapi kali ini berbeda...

Dia menoticeku. Dia memastikan aku adalah orang yang sama yang selalu mengiriminya pesan via dm untuk sekarang memberikan komentar, menyukai postingannya dan juga memberikan semangat saat status yang ia buat menurutku sedang gusar. 
*Kalau kalian tahu, aku memang mengaguminya, tepat satu tahun yang lalu aku dan dia berteman dan kami tidak ada komunikasi intens selain hanya berbalas pesan via dm atau pun saling menyukai postingan lagi-lagi by  dm. 

Obrolan pagi itu terasa begitu mengalir, aku merasakan ia sedang sedih, sedang membutuhkan teman untuk bercerita. Aku pun mendengarkan dan membaca dengan seksama setiap pesan yang aku terima darinya. Obrolan kami semakin dalam saat membahas tentang hubungan dan komitmen, sudut pandang kami berbeda tapi tidak jauh berbeda kami melengkapi puing-puing kecil dari pendapat kami.
Sampai dia pun menanyakan tentang kehidupan pribadi, satu obrolan yang selama ini tidak pernah kami lakukan. Tentu saja aku menceritakan dengan gaya dan bahsaku.

Tahu tidak, dia sampai menyuruhku untuk mengirimkan foto diriku untuk memastikan itu benar-benar aku bukan orang lain. 
ada kalimat yang membuat dinosauru diperutku menari-nari "Kalau aku memang ingin mengenalmu bagaimana" percayalah aku bangun dari tidurku. Aku kaget, aku bingung tapi aku juga senang dan aku menenggelamkan wajahku dalam bantal dan berteriak terlalu girang disana aku bahagia sekali, ku ulangi lagi membacanya takut ada pembenaran darinya untuk kalimat itu ternyata tidak sampai ku tanyakan "bercanda ya kak" tahu jawaban dia apa.... "Ish dibilangin serius tapi mau saling kenal dulu gak papa" OH TUHAN HAMBA MU SATU INI BENAR-BENAR DIBUATNYA KEPAYANG, BAHAGIA, TERHARU menjadi satu..
jadi begini rasanya dinotice. Aku akhirnya mengaku padanya "Kak, aku itu cuman seonggok fans kamu dipojokkan sana loh" jawaban dia "gak boleh ngomong gitu, kita semua sama di mata Allah" gimana gak makin meleleh akuu tuhhhh sama kamu....
percakapan kami sampai pada dia meminta nomer whatsapp sejujurnya aku tidak ingin memberikan takut-takut hanya percakapan singkat, tapi hati berkata lain. seakan hati menyuruh logika untuk menggerakan tangan dan mengetik susunan angka pada keypad ponselku. 

tak lama dia mengajakku untuk melakukan panggilan whatsapp call ku kira lewat voice call tapi dugaan ku salah saat aku melihat id caller video call incoming jantung tidak aman, bahkan wajah ku masih kucel..
tapi kekuatan dalam diriku "sudah gak papa, apa adanya aja kalau terus berlanjut berarti dia tulus kalau tidak bukankah kamu sudah melihatnya  secara dekat" aku menekan yes 
dan.....
"he look so handsome with dimple in the corner when he smile at me"
"heeiii, dia orang selama ini kamu lihat di sosial media. dia menghubungi bahkan kalian melakukan panggilan video. mata kalian saling bertemu walau terhalang layar ponsel"

aku masih ingat dia menggunakan pakaian warna abu2 dan duduk sambil membenarkan rambutnya "he so cutee, so adorable.. i adore you" hatiku ingin sekali mengatakan itu tapi aku menahannyaa, bukan gengsi tapi aku terlalu malu untuk langsung mengatakannya. 
30 menit lewat, tingkahnya sangat lucu dia berkeringat saat berbicara "ah tahu gitu kita panggilan suara aja jangan video. bingung ngomongnya duhh kesalahan ini" aku hanya tertawa melihatnya..
tingkah lucunyaa sangat imut untukku...

Perbincangan kami mengalir begitu saja, ternyata dia masih ingat pertama yang kami bahas di dm adalah tentang sepak bola, kebiasaan, pandangan hidup, bahkan pengalaman yang lalu..

Aku pun terkejut kenal baru beberapa jam tapi pembicaraan kami sangat dalam sekali, nyaman dan sefrekuensi itu yang selalu dia bilang.. membuatku merasakan hal yang sama dan anehnya aku tidak menjadi orang lain... aku benar2 menjadi diriku sendiri saat berbincang bersamanya..
tertawa, saling ledek, bercerita serius itu yg kami lakukan... 
menyenangkan sekali mengenalmu secara langsung bukan lg foto profil dan rangkaian katamu tapi aku langsung mendengar suaramu dan melihat ekspresimu..

Tanpa ku sadari aku kembali tersenyum pada orang yang baru, aku kembali merasakan perasaan yang sudah 4tahun tenggelam dan ku bangun tembok pembatas yang tinggi. itu semua luluh perlahan mulai melunak karena dia mampu mengambil perhatianku..
Dia tahu bagaimana memperlakukanku dan membuat aku tertarik berbicara banyak padanya...

Terima kasih sudah mau membuka komunikasi lebih dalam denganku..

Ternyata tidak sampai disitu percakapan kami, dia melakukan hal yang tidak aku sangka yaitu...


-to be continue-

Argo Bromo Anggrek di Bulan Juni

Setelah penantian panjangku, aku kembali mendengar notif yang sudah lama ku rindukan berhari-hari lamanya. Sebuah kalimat yang tak pernah ak...